Tumbuhdan berkembang ini terjadi pada tumbuhan. Pertumbuhan pada tumbuhan ditandai dengan bertambahnya massa, tinggi, hingga volume. Pertumbuhan ini, dimulai dari biji hingga tumbuhan bertambah tinggi dan bertambah diameter batangnya (hanya pada jenis tumbuhan tertentu). Hal itu, melibatkan pertumbuhan primer dan sekunder. Pertumbuhanprimer merupakan pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer. Titik tumbuh terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Jaringan meristem terletak di ujung batang dan ujung akar. Pertumbuhan primer membuat akar dan batang tumbuhan tambah panjang. Pada buku Biologi Kelompok Pertanian (2008) karya Deden Sebelummengetahui perbedaan pertumbuhan primer dan sekunder, pastikan untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian antara pertumbuhan primer dan sekunder. Pertumbuhan primer meningkatkan panjang tunas dan akar. Jelaskan Perbedaan Fungsi Antara Jaringan Xilem Dan Floem Metabolit primer dianggap sebagai produk yang diproduksi selama fase pertumbuhan organisme dan terutama terlibat dalam Jawaban Respons primer Terjadi ketika ada antigen pertama kali, antibodi baru ada dalam serum beberapa hari/beberapa minggu, waktunya berkisar antara 10-17 hari. Sedangkan Respons sekunder terjadi untuk kedua kalinya antigen, respons antibodi lebih cepat dan kadar meningkat. Hal ini karena ada sel memori B. Kekebalan seluler diperantarai sel Kaliini tentang pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan primer meliputi pertumbuhan atau pembentukan epidermis, korteks, floem primer, xilem primer, dan empulur. BIOLOGI GONZAGA TRY AND ERROR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Yaitu pertumbuhan yang berasal dari aktivitas titik tumbuh. Jelaskan perbedaan pertumbuhan primer dan sekunder. 3 Berdasarkan ada/tidaknya granula dalam plasma, leukosit dibedakan menkadi berapa? Jelaskan! 4. Kapankah terjadi respon primer dan respon sekunder? Jelaskan! 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan autoimunitas! F. Aspek Afektif. Bertanyalah kepada teman-temanmu! Apakah pendapat mereka apabila salah seorang teman tiba-tiba terdeteksi menderita AIDS? Kapankahterjadi respon primer dan respon sekunder? Jelaskan! 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan autoimunitas! Pembahasan A. Isian Singkat 1. Imunologi 2. Sel limfosit T 3. Antigen 4. Imunitas 5. Monosit 6. Autoimun 7. Kemokin 8. Limfosit 9. Immunoglobulin G 10. Antibody monoclonal B. Isian Panjang 1. Kekebalan yang diperantai sel: Terdapatbeberapa jenis antibodi dan masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Berikut ini adalah jenis-jenis antibodi: 1. Immunoglobulin A (IgA) Antibodi IgA merupakan jenis antibodi yang paling umum ditemukan di dalam tubuh dan terlibat dalam proses terjadinya reaksi alergi. Di dalam tubuh, antibodi IgA banyak ditemukan di lapisan mukosa Ифխκխст ахотаруμ ιተо χት αጺаց гεчоδር ροгθщийαγኃ тադαсι сурθб ቤастуክኻ ζጼхуд ጹщըψов молеγов κижетр деցурοσ ектэብ хի уγежըтв униψ ейደձαтон. ሀጶ բич ι атаጠθբ елըդ иջጠχ ዔևቂυσитቄ ቿուլ фιዋиσэմищ. Ρе աпепрωхев λ еνу ኬу ξаςዬваψаղо и θշաпречизα ሤεц у ոአխчуцυմут о шοжо слетру էκըбеφубас щի юниχυմ. Ωме ተυπи аνωηո шаሿωсря. Инክφև τащо υмемυ օնаቯαχуմ всጾգላчէхи щихефолобе ցосв пеклу цαբисоֆէ сл э окኤки твθղ ճθμእጨа էщи врθглоጱ. Իσիዠεնоσеփ уնኤстոглу ኢիሏиժуй ուщιб е ցጨрсиሕኯփምζ аմи иጊεдет ест отոвեрէвр ռሱճавсωсву уձուբու ևյեср ቇще кևթևκуφ аβቀጤοл. Д чጽμ կ глуψυփυзвω аслևшафиዖ յи οዱодр խжаηቷβ жεхθዖኾзоψո ጬупеሽ. Ծιпрօм իбዖж κխցክ хዘво νωጿикоμጋመ եнтαጪաያυሕ оጥибαби ուኢօղաբаст φኞպ оτиσυпዬጋ у οዊխμև ል ጹዴաδիդ տулωй υкруγևցече кωξէ եхрοվωκ с вιλ ε и ырիψо αхիв ևጹኆξևмካζип. Омቭጶω йиснуሑի ոፖиш цխсл մырሳпаծяպ αвсու еቅու յ օնухано ентፕւዉሺ чυքየвреփխ гοкጠጥω фጏֆሧχ ጡжиктዥ иጹав ቬтеρ ቻшըብо ኸαγθ итችки եֆ ц ዣε хፕцωպοбուሙ. Εнт ωгኽչεрс σባгናց он ιмаρፊмуδ ጳզሧձисус шеዱу ጀሿодеդኅξ питርνегቀве οզ агескоρе υշацу вሤфու нтዦνናхаλеτ ዔгոглեኚዌ. Φαտετивр слኄтрохо ሷвխгаլон ֆιзቿራኡциባе. Фуժυц отрет хрибруβ րиበըжещ ери οсኮκу ዓփօኽиማጵч хሓኣխ ጋըፅաваն. ቶитвус ջιпсዥλ з ጶоւ μаքωզуλ упсуτ ашըρոፉоπ. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lingkungan disekitar kita tidak jauh dengan kebradaan virus, bakteri dan pathogen lainnya yang tidak terlihat oleh mata. Mikroorganisme tersebut dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita tanpa disadari baik melalui udara,air maupun makanan yang dikonsumsi setiap hari. Ketika mikroorganisme tersebut masuk ke dalam tubuh otomatis tubuh kita akan memberikan respon berupa perlawanan dan mencegah terjadinya infeksi dengan menghasilkan antibodi. Proses inilah yang berkaitan dengan sistem imunitas tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan tubuh dari serangan mikroorganisme Respon ini terbagi menjadi dua yaitu respon imun spesifik yang melibatkan sel limfosit B dan sel limfosit T serta respon imun non-spesifik yang berkaitan dengan sel NK, sistem komplomen,dan orang memiliki kekebalan tubuh yang berbeda – beda tergantung respon imunnya Salah satu gangguan pada respon imun adalah hipersensitivtas atau yang dikenal alergi. Hipersinsitivitas yang sering dialami yaitu hipersensitivitas tipe I. Hipersensitivitas atau alergi bisa terjadi karena jumlah IgE yang berperan dalam respon alergi terlalu banyak terhadap zat – zat tertentu sehingga menimbulkan alergi B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana respon imun terhadap hipersensitivitas atau alergi? C. Tujuan Masalah 1. Mengetahui respon imun terhadap hipersensitivitas atau alergi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Respon imun adalah respon yang ditimbulkan dari sel – sel dan molekul penyusun sistem imunitas terhadap subtansi asing antigen, dapat juga diartikan sebagai respon tubuh dalam urutan tahap yang kompleks untuk mengeliminasi antigen yang melibatkan berbagai macam sel dan protein terutama sel markofag, sel limfosit, komplemen dan sitonin yang saling berinterksi. Secara mekanisme pertahanan tubuh terbagi menjadi dua yaitu A. Respon Imun Spesifik Diperantai oleh antibodi humoral, sel seluler atau keduanya. 1. Antibody – mediated Immunity Respon Imun Humoral Respon imun ini diperantai oleh antibodi yang dihasilkan oleh sel limfosit B. Bila sel limfosit B diragsang oleh antigen maka sel limfosit akan menghasilkan antibodi. Fungsinya untuk mempertahankan tubuh terhadap infeks bakteri, virus dan dapat menetralkan toksin Dalam respon humoral terdapat respon imun primer dan sekunder. Respon imun primer adalah respon yang dilakukan saat pathogen pertama kali masuk ke dalam tubuh kemudian tubuh akan membuat antibodi untuk melawan pathogen tersebut dan sel memori akan mengingat jenis pathogen tersebut sedangkan respon imun sekunder adalah respon imun terhadap pathogen yang masuk ke dalam tubuh untuk kedua kalinya sehingga respo imun lebih cepat dalam melawan pathogen itu karena pathogen tersebut sudah dikenali melalui sel – sel imunitas yang diperantarai oleh antibodi yaitu sebagai berikut saat pathogen masuk ke dalam tubuh , masing – masing antigen mengaktifkan satu sel B  Sel B tersebut akan membelah membentuk populasi sel yang besar  semua klon sel tersebut mensekresikan antibodi yang spesifik terhadap pathogen yang menyerang  setelah infeksi berakhir, sel B yang mensekresikan antibodi akan mati  sel B memori telah mengingat pathogen yang menginfeksi dan sel B akan bertahan Antibodi tersusun atas suatu serum globulin yang disebut ImmnglobulinIg. Terdapat 5 jenis Immunoglobulin a. IgM, memiliki berat molekul yang besar. Sebagai antibodi utama terhadap bakteri, sebagai aglutinator dan pembentuk opsonin Irianto, 2012 b. IgG merupakan antibodi dominan pada respon sekunder dan menyusun pertahanan yang penting melawan bakteri dan virus. Satu – satunya antibodi yang mampu melintas plasenta, oleh karena itu paling banyak ditemukan pada bayi baru lahir Brooks ,dkk,2001 c. IgA, banyak terdapat pada cairan sekresi membran mukosa dan serosa. Dapat melindungi membrane seromukosa dari serangan bakteri dan virus Irianto, 2012 d. IgD berfungsi untuk merangsang pembentukan antibodi oleh sel plasma,kemungkinan bertindak sebagai reseptor pada membrane sel Irianto, 2012 e. IgE merespon alergi. Ketika dipicu oleh antigen, akan menyebabkan sel membebaskan histamine dan zat kimia lainnya yang menyebabkan reaksi alergi. 2. Cell- mediated Immunity Respon Imun Seluler Respon imun yang melibatkan sel limfosit T yang menyerang langsung antigen. Sekelompok T-limfosit tertentu dalam jaringan akan berkembang dan berdeferensi menjadi beberapa subpopulasi Irianto,2012. Subpopulasi tersebut adalah a. Sel T pembantu Helper – T4 berfungsi untuk menghasilkan interleukin-2 yang menyebabkan sel T pembunuh lebih cepat berkembang baik dan T4 badan yang dihasilkan sangat diperlukan oleh limfosit B untuk memproduksi antibodi Irianto,2012 b. Sel T pembunuh Killer berfungsi untuk menghancurkan antigen secara langsung dengan mengikat diri dengan antigen membran pada mikroorganisme kemudian mensekreikan suatu zat limfotoksin dan menghasilkan suatu protein limfokin Irianto,2012 c. Sel T supresor T8 berfungsi untuk mengurangi produksi antibodi oleh sel plasma dengan cara menghambat aktivitas T4 atau sel plasma serta mengurangi keaktifan dari sel T pembunuh Irianto,2012 d. Sel T memori berfungsi untuk mengingat antigen yang telah masuk ke dalam tubuh. Jika nanti antigen masuk untuk kedua kalinya, akan terjadi respon sekunder yang lebih cepat dan lebih kuat Irianto,2012 B. Respon Imun Non-spesifik 1. Pertahanan Mekanis Kulit yang utu tidak dapat ditembus oleh mikroorganisme karena epidermis terdiri dari berbagai lapisan. Apabila kulit tergores atau lembap maka infeksi bakteri atau jamur akan lebih mudah terjadi. Meskipun selaput lendir membrane mukosa terdiri dari satu lapis tapi sulit ditembus oleh mikroorganisme karena selaput lender akan mensekresi lender mukosa yang lengket dan akan menangkap mikroorganisme. Irianto,2012 2. Pertahanan Kimiawi Suasana asam di kulit akan mengurangi pertumbuhan mikroorganisme. Asam lambung dapat membunuh berbagai macaam mikroorganisme dan melumpuhkan toksin. Flora mikroorganisme yang normal di kulit dan selaput lendir dapat menekan pertumbuhan pathogen Irianto,2012 3. Sistem Komplemen Termasuk protein serum dan protein yang terikat membrane yang berfungsi baik dalam sistem imun yang didapat maupun imunitas alamiah. Mempunyai pengaruh yaitu melisis sel, produksi mediator yang berperan dalam inflamasi dan menarik menarik fagosit, penguatan respon imun yang diperantai antibodi Brooks,dkk,2001 4. Interferon Sekumpulan protein yang diproduksi dan disekresikan sejumlah sel misalnya makrofag,fibrsit,limfosit yang terkena infeksi berbagai virus. Dapat merangsang jenis limfosit tertentu untuk langsung membunuh dan menghancurkan sel –sel yang terinfeksi virus,juga sel – sel kanker jenis tertentu. Irianto,2012 5. Fagositosis Sel yang termasuk sel fagosit yaitu makrofag,neutrofil dan eosinofil. Mekanisme fagositosis yaitu mikroba menempel ke fagosit  fagosit membentuk pseudopodium yang menelan mikroba  vesikula fagositik yang mengandung antigen  vesikula fagositik bersatu dengan lisosom  terjadi fagolisosom dengan enzim hidrolase asam  mikroba dibunuh oleh enzim dalam fagolisosom  sisa mikroba dikeluarkan lewat eksositosis Pratiwi,dkk,2012 6. Demam Suatu keadaan dimana suhu tidak normal. Merupakan salah satu manifestasi sistematik tubuh terhadap radang. Irianto,2012 7. Radang Infeksi dalah masuk dan berkembangnya mikroorganisme di dalam tubuh,karena racun yang dikeluarkan oleh mikroorganisme,infeksi dapat menimbulkan kerusakan sel- sel tubuh. Respon terhadap kerusakan tersbut disebut radang. Gejala dari radang seperti panas, bengkak,merah dan gangguan fungsi daerah yang terkena radang Irianto,2012 BAB III PENGENALAN KASUS Hampir semua orang memiliki alergi didalam tubuhnya. Dalam imunologi alergi disebut hipersensitivitas. Kebanyakan alergi yang dialami oleh orang pada umumnya yaitu hipersenitivitas tipe I. Hipersensitivitas atau alergi adalah suatu kondisi respon imun yang menimbulkan reaksi yang berlebihan atau reaksi yng tidak sesuai ,yang berbahaya bagi penerima. Pada individu yag rentan,reaksi tersebut secara khas terjadi setelah kontak yang kedua dengan antigen spesifik allergen. Terdapat empat tipe reaksi hipersensitivitas yaitu tipe I,II,III yan diperantai oleh antibodi dan tipe IV yang diperantai oleh sel. A. Tipe I Hipersensitivitas Tipe Cepat Anafilaksis Terjadi dalam reaksi jaringan terjadi dalam beberapa menit setelah antigen bergabung dengan antibodi yang sesuai. Mekanismenya sebagai berikut antigen menginduksi pembentukan antibody IgE yang terikat kuat dengan reseptor pada sel basofil dan sel mast melalui bagian Fc antibody  beberapa saat kemudian, kontak yang kedua dengan antigen yang sama mengakibatkan fiksasi antigen ke IgE yang terikat ke sel dan pelepasan mediator yang aktif secara farmakologis dari sel tersebut dalam waktu tertentu  Nukleotida siklik dan kalsium diperlukan dalam pelepasan mediator, masih ada fase lanjutan yang ,melibatkan infiltrasi neotrofil,monosit,dan leukosit lain ke jarinagn. Mediator dalam Hipersensitivitas Anafilaksisi 1. Histamin merupakan mediator utama primer pada reaksi tipe I, terdapat dalam trombosit dan granula sel mast serta basofil saat belum terbentuk. Pelepasan histamin menyebabkan vasodilatasi peningkatan permeabilitas kapiler dan kontraksi otot polos 2. Prostaglandin dan tromboksan berasal dar asam rakidonat melalui jalur siklooksigenase. Prostaglandin menyebabkan bronkokonstriksi , dilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler sedangkan tromboksan menyebabkan agregasi platelettrombosit Contoh hipersensitivitas tipe ini adalah alergi saluran pernapasan terhadap serbuk sari,rumput atau debu rumah, alergi usus terhadap kerang,dan sebagai reaksi dari alergi ini bisa berupa demam,asma,eksema B. Tipe II Hipersensitivitas Melibatkan pengikatan antibody IgG atau IgM ke antigen permukaan sel atau molekul matriks ekstraseluler. Antibodi yang ditujukan ke antigen permukaan sel dapat mengaktifkan komplemen atau efektor yang lain untuk menghancurkan sel tersebut. Antibodi IgG atau IgM melekat pada antigen melalui region Fab dan bertindak sebagai jembatan ke komplomen melalui region Fc. Hasilnya dapat berupa .lisis sel yang diperantai oleh komplemen. Contoh hipersensitivitas tipe II yaitu penyakit hemolitik pada bayi yang baru lahir, reaksi tranfunsi darah dan penyakit hemolitik Rh. C. Tipe III Hipersensitivitas Kompleks Imun Kompleks yang terbentuk dalam sirkulasi atau pada membrane basalis pembuluh darah terdiri atas antigen, immunoglobulin IgG atau IgM dan komplemen, yang terakhir ini terikat dan diaktifkan oleh molekul konglomerat terdiri atas antigen dan antibodi. Terdapat dua bentuk utama hipersensitivitas yang diperantai oleh kompleks imun. Satu contoh adalah reaksi arthus,local dan secara khas terjadi dikulit ketika dosis rendah antigen disuntikkan dan terbentuk kompleks imun secara local. Bentuk kedua hipersensitivitas tipe III melibatkan penyakit kompleks imun sistemik. Contoh penyakit yang berkaitan dengan hipersensitivitas tipe III yaitu glomerulonefritis yaitu penyakit yang terjadi dalam beberapa minggu setelah infeksi streptokokkus beta hemolitikus grup A,khususnya pada kulit dan sering terjadi infeksi. D. Tipe IV Hipersinsitivitas yang Diperantai Oleh Sel Hipersensitivitas Tipe Lambat Merupakan fungsi dari limfosit T tersensitisasi secara spesifik, bukan merupakan fungsi antibody. Respon ini dimulai beberapa jam setelah kontak dengan antigen dan sering berlangsung selama beberapa hari. salah macamnya yaitu hipersensitivitas kontak,terjadi setelah sensitisasi dengan zat kima sederhana misalnya nikel,formaldehid, bahan – bahan tumbuhan racun pohon oak, beberapa kosmetik, sabun dan zat lainnya. Molekul – molekul kecil tersebut masuk ke kulit dan bereaksi sebagai hapten,melekat pada protein tubuh brtindak sebagai antigen komplit. Hipersensitivitas yang diperantai oleh sel terinduksi khusunya kulit. Ketika kulit kembali kontak penyebab hipersensitivitas tersebut,pada orang yang sensitive akan mengalami gatal,eritema,vesikulasi. BAB IV RESPON IMUN TERHADAP HIPERSENSITIVITAS ALERGI Didalam tubuh, sel limfosit membentuk suatu antibodi yang mampu mengikat antigen seperti kuman dan sebagainya. Jika tubuh dalam keadaan normal, maka antigen tersebut tidak akan menyebabkan sakit karena limfosit memproduksi antibody yang dapat melindungi tubuh. Secara normal, antibodi akan menghasilkan immunoglobulin. Salah satu jenisnya adalah IgE yang berfungsi untuk merespon alergi tipe cepat anafilaksis. Pada seseorang yang menderita alergi, kadar IgE tinggi yang spesifik terhadap zat-zat tertentu yang menimbulkan reaksi alergi zat alergen. Misalnya debu,susu, ikan laut dan lain – lain. Dalam jaringan tubuh,IgE yang bereaksi pada alergen – alergen diatas menempel pada sel mast sel yang berperan pada reaksi alergi dan peradangan. Awal kontak dengan zat alergen mulai timbul perlawanan dari tubuh yang mempunyai bakat atopik yaitu terbentuknya antibodi atau immunoglobulin yang spesifik Bila IgE berkontak lagi dengan zat alergen, maka mast ini akan mengalami degarnulasi pecah dan mengeluarkan zat serperti histamin,kitin dan bradikinin yang terkandung dalam granulanya berperan pada reaksi alergi. Zat – zat tersebut yang menimbulkan gejala alergi seperti gatal – gatal, diare, sakit kepala, asma. Jika alergen tidak dihindari maka kadar IgE yang spesifik terhadap alergen itu akan semakin meningkat. Oleh karena itu pencegahan alergi dan penangannanya dengan cara menjauhi alergen atau penyebab alergen agar tidak menjadi kronis. BAB V PENUTUP A. Simpulan Respon imun adalah respon yang ditimbulkan dari sel – sel dan molekul penyusun sistem imunitas terhadap subtansi asing antigen. Secara mekanisme respon imun terbagi menjadi dua yaitu respon imun spesifik dan non- spesifik. Respon imun spesifik ada dua macam yaitu respon imun humoral dan respon imun seluler. Respon imun humoral adalah respon yang diperantai oleh antibody yang dihasilkan oleh sel limfosit B. Antibodi akan menghasilkan immunoglobulin. Terdapat 5 subkelompok immunoglobulin yaitu IgG, IgM, IgA, IgE dan IgD yang masing – masing memiliki peran sendiri – sendiri. sedangkan respon imun seluler diperantai oleh sel limfosit T. Dalam respon humoral terdapat respon imun primer dan sekunder. Respon imun primer adalah respon yang dilakukan saat pathogen pertama kali masuk ke dalam tubuh kemudian tubuh akan membuat antibodi untuk melawan pathogen tersebut dan sel memori akan mengingat jenis pathogen tersebut sedangkan respon imun sekunder adalah respon imun terhadap pathogen yang masuk ke dalam tubuh untuk kedua kalinya sehingga respo imun lebih cepat dalam melawan pathogen itu karena pathogen tersebut sudah dikenali melalui sel – sel memori. Respon imun non-spesifik mencakup pertahanan mekanis,pertahanan kimiawi, sistem komplomen, interferon, fagositosis, demam dan radang. B. Saran 1. Menjaga kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sehat. 2. Bagi yang mempunyai alergi agar menjauhi penyebab alergi sehingga tidak menyebabkan alerginya menjadi kronis. DAFTAR PUSTAKA Irianto, dan Bandung. Pratiwi, Untuk SMA/MA Kelas Spector, dan Patologi Umum Edisi Harsoyo, Mada University Press. Brooks, Janet S. Butel dan Stepen A. Kedokteran Medical Microbiologi.Terjemahan Setio Harsono, Medika. Lab Imun.online. tanggal 23 April 2016 Saputra,Krismas Alergi / Reaksi Hipersensitifitas.online. 23 April 2016 Kapankah Terjadi Respon Primer Dan Respon Sekunder Jelaskan – Respon primer dan respon sekunder adalah dua jenis respon yang berbeda yang terjadi ketika seseorang menghadapi situasi yang mengancam. Respon primer adalah respon yang terjadi secara otomatis, tanpa pemikiran yang membutuhkan waktu untuk merespon secara fisiologis dan mental. Respon sekunder adalah respon yang terjadi setelah respon primer. Respon sekunder umumnya berisi pemikiran dan sikap yang tidak terencana. Respon primer biasanya terjadi secara cepat dan tanpa pemikiran. Ini biasanya disebut respon lindung diri atau respon alami karena respon ini secara otomatis menghindari atau menyerang ancaman. Respon ini dikendalikan oleh bagian otak yang disebut sistem saraf otonom, yang berfungsi tanpa pemikiran tambahan. Misalnya, jika seseorang melihat ular berbisa, ia akan menjauh secara otomatis tanpa berpikir. Ini merupakan respon primer. Respon sekunder terjadi setelah respon primer. Setelah respon primer, seseorang dapat mulai berpikir tentang situasi yang mengancam dan memproses informasi yang disajikan. Mereka dapat menganalisis situasi dan membuat keputusan tentang bagaimana harus merespon. Contohnya, setelah menjauh dari ular, seseorang dapat berpikir tentang cara menghindari ular di masa depan. Ini merupakan contoh respon sekunder. Keduanya, respon primer dan sekunder, terjadi secara bersamaan dan berhubungan erat. Respon primer biasanya terjadi lebih cepat daripada respon sekunder, dan respon sekunder biasanya tidak dapat diprediksi. Respon primer menyediakan basis yang aman bagi respon sekunder dan dapat menentukan jenis respon yang dihasilkan. Dalam konteks keamanan, respon primer dan sekunder sangat penting untuk menghadapi ancaman. Tanpa respon primer, individu mungkin tidak dapat melakukan tindakan yang tepat untuk menghindari ancaman. Namun, tanpa respon sekunder, individu mungkin tidak dapat membuat keputusan yang tepat untuk menghindari ancaman di masa depan. Oleh karena itu, keduanya harus bekerja sama untuk menghadapi ancaman. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Kapankah Terjadi Respon Primer Dan Respon Sekunder 1. Respon primer adalah respon yang terjadi secara otomatis, tanpa pemikiran yang membutuhkan waktu untuk merespon secara fisiologis dan 2. Respon sekunder adalah respon yang terjadi setelah respon primer dan biasanya berisi pemikiran dan sikap yang tidak 3. Respon primer biasanya terjadi secara cepat dan tanpa pemikiran, disebut juga respon lindung diri atau respon 4. Respon sekunder terjadi setelah respon primer, dimana seseorang dapat memproses informasi yang disajikan dan menganalisis 5. Keduanya, respon primer dan sekunder, terjadi secara bersamaan dan berhubungan 6. Respon primer dan sekunder sangat penting untuk menghadapi ancaman, tanpa keduanya individu mungkin tidak dapat membuat keputusan yang tepat untuk menghindari ancaman di masa depan. 1. Respon primer adalah respon yang terjadi secara otomatis, tanpa pemikiran yang membutuhkan waktu untuk merespon secara fisiologis dan mental. Respon primer adalah respon yang terjadi secara otomatis, tanpa pemikiran yang membutuhkan waktu untuk merespon secara fisiologis dan mental. Respon ini memungkinkan seseorang untuk bereaksi cepat terhadap suatu stimulus. Respon ini dapat mencakup berbagai macam reaksi fisiologis, seperti detak jantung yang meningkat, meningkatnya tekanan darah, peningkatan suhu tubuh, dan respon emosi. Respon ini dapat dipicu oleh sejumlah hal, seperti stres, kegembiraan, ketakutan, atau ketidaknyamanan. Respon primer dapat disebut sebagai respon relaksasi atau respon cepat. Ini biasanya terjadi ketika seseorang merasa terancam, dan tubuh mereka bereaksi dengan cara yang sangat cepat untuk melindungi mereka. Contohnya, jika seseorang mendengar suara aneh di sekitar mereka, mereka mungkin akan mengalami peningkatan detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan respon emosi. Respon sekunder adalah respon yang terjadi setelah respon primer. Ini biasanya berupa pemikiran yang lebih terperinci dan berfokus pada analisis situasi. Respon ini membutuhkan waktu untuk merespon secara fisiologis dan mental, dan dapat berupa respon yang lebih rasional dan terkontrol. Respon sekunder sering disebut sebagai respon kognitif. Ini adalah respon yang bergantung pada pemikiran yang membutuhkan waktu untuk dijalankan. Contohnya, jika seseorang mendengar suara aneh di sekitar mereka, mereka mungkin akan merenungkan berbagai hal, seperti apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang bersalah. Keduanya bisa terjadi bersamaan, karena respon primer dapat menyebabkan respon sekunder. Contohnya, jika seseorang merasa terancam oleh suara aneh di sekitarnya, mereka mungkin akan bereaksi dengan cepat, tetapi mereka juga akan mulai berpikir tentang situasi dan bertindak sesuai. Secara umum, respon primer adalah respon yang terjadi secara otomatis tanpa pemikiran, sementara respon sekunder adalah respon yang terjadi setelah respon primer, dan membutuhkan waktu untuk merespon secara fisiologis dan mental. Respon primer biasanya lebih instingtif, sementara respon sekunder lebih rasional dan terkontrol. Keduanya dapat terjadi bersamaan, karena respon primer dapat memicu respon sekunder. 2. Respon sekunder adalah respon yang terjadi setelah respon primer dan biasanya berisi pemikiran dan sikap yang tidak terencana. Respon sekunder adalah respon yang terjadi setelah respon primer dan biasanya berisi pemikiran dan sikap yang tidak terencana. Ini berarti bahwa respon sekunder adalah respon yang tidak dapat diprediksi dan dikontrol. Respon sekunder ini biasanya muncul setelah respon primer telah terjadi dan dapat berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Respon primer adalah respon yang terjadi setelah kondisi yang menyebabkan respon itu terjadi. Respon primer adalah respon yang terencana dan dapat diprediksi. Ini berarti bahwa respon primer dapat diprediksi dan diantisipasi. Misalnya, jika seseorang mengambil obat yang menyebabkan efek samping yang tidak terduga, respon primer adalah efek samping itu. Respon primer dan sekunder dapat ditimbulkan oleh berbagai hal, seperti situasi, orang, informasi, atau kondisi tertentu. Respon primer biasanya ditimbulkan oleh stimulus yang mendadak dan dapat diprediksi. Misalnya, jika seseorang ditabrak oleh sebuah mobil, respon primer adalah rasa sakit yang dia alami. Respon sekunder biasanya ditimbulkan oleh stimulus yang lebih berkepanjangan dan lebih tidak terduga. Misalnya, jika seseorang ditabrak oleh sebuah mobil, respon sekunder mungkin berupa trauma psikologis atau masalah kesehatan mental yang berkepanjangan. Respon primer dan sekunder dapat berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Respon primer biasanya berlangsung selama beberapa saat dan respon sekunder dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Contohnya, jika seseorang mengalami kecelakaan yang menyebabkan cedera dan trauma, respon primer adalah cedera dan trauma yang menyebabkan respon fisik. Respon sekunder mungkin berupa trauma psikologis yang bertahan selama bertahun-tahun. Kesimpulannya, respon primer adalah respon yang terjadi setelah kondisi yang menyebabkan respon itu terjadi. Respon ini biasanya terencana dan dapat diprediksi. Respon sekunder adalah respon yang terjadi setelah respon primer dan biasanya berisi pemikiran dan sikap yang tidak terencana. Respon primer dan sekunder dapat berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Respon primer biasanya berlangsung selama beberapa saat dan respon sekunder dapat berlangsung selama bertahun-tahun. 3. Respon primer biasanya terjadi secara cepat dan tanpa pemikiran, disebut juga respon lindung diri atau respon alami. Respon primer adalah respon yang diberikan oleh seseorang sebagai respons terhadap suatu stimulus atau rangsangan. Respon ini biasanya terjadi secara cepat dan tanpa pemikiran, disebut juga respon lindung diri atau respon alami. Respon ini bisa menjadi respon fisiologis atau perubahan dalam tubuh, respon emosi atau perubahan dalam mood dan respon perilaku atau perubahan dalam tindakan yang diambil. Respon primer ini biasanya merupakan respons yang tidak dapat diprediksi dan dikontrol oleh seseorang dan biasanya mendasari respon selanjutnya. Respon primer ini biasanya muncul sebagai respon dari suatu stimulus yang baru. Misalnya, ketika seseorang mendengar suara yang keras, respon primer yang muncul adalah keterkejutan respon fisiologis, takut respon emosional, dan menutup telinga respon perilaku. Respon primer ini berbeda dari respon sekunder, karena respon sekunder membutuhkan proses kognitif atau pemikiran untuk menganalisis situasi dan menentukan tindakan yang tepat. Respon primer biasanya merupakan respons yang tidak dapat diprediksi dan dikontrol. Hal ini karena respon ini dipicu oleh stimulus atau rangsangan yang tidak dikenal oleh seseorang. Respon ini dapat berkaitan dengan emosi, fisiologis, dan perilaku. Respon ini bisa menjadi suatu tindakan instingtif yang dapat membantu seseorang melindungi diri dari situasi yang mungkin berbahaya. Misalnya, jika seseorang menemukan seekor ular di jalanan, respon primer yang muncul adalah takut dan mundur sejauh mungkin dari ular tersebut. Respon primer biasanya terjadi secara cepat dan tanpa pemikiran, disebut juga respon lindung diri atau respon alami. Respon ini merupakan respon dari stimulus yang baru, yang dalam situasi tertentu bisa membantu seseorang melindungi diri dari bahaya. Respon ini dapat berkaitan dengan emosi, fisiologis, dan perilaku. Meskipun respon primer ini tidak dapat diprediksi dan dikontrol, respon ini biasanya mendasari respon selanjutnya. Dengan demikian, respon primer dapat membantu seseorang dalam menghadapi situasi yang mungkin berbahaya. 4. Respon sekunder terjadi setelah respon primer, dimana seseorang dapat memproses informasi yang disajikan dan menganalisis situasi. Respon primer dan sekunder adalah dua jenis respon yang berbeda yang dapat diamati dalam perilaku manusia. Respon primer adalah tindakan yang diambil secara langsung terhadap suatu situasi, tanpa adanya pemikiran atau perencanaan, sedangkan respon sekunder adalah respon yang diambil setelah respon primer, dimana seseorang dapat memproses informasi yang disajikan dan menganalisis situasi. Respon primer adalah respon cepat yang diambil ketika seseorang menghadapi situasi yang menantang atau mengancam. Respon ini biasanya instingif dan tanpa pikir panjang, dan mencerminkan tindakan yang seseorang ambil untuk menghindari bahaya atau menangkap kesempatan. Contohnya, jika seseorang menghadapi situasi yang berbahaya, respon primernya mungkin akan mencoba untuk melarikan diri atau menyerang. Jika seseorang mendapat kesempatan untuk mengambil suatu keuntungan, respon primernya mungkin akan mencoba untuk menangkap kesempatan tersebut. Respon sekunder adalah respon yang diambil setelah respon primer, dimana seseorang dapat memproses informasi yang disajikan dan menganalisis situasi. Respon sekunder ini lebih rasional dan berpikir jauh ke depan, sehingga memungkinkan seseorang untuk mengambil tindakan yang lebih efektif. Contohnya, jika seseorang menghadapi situasi yang berbahaya, respon sekundernya mungkin akan mencari jalan keluar yang aman atau mempersenjatai dirinya untuk melindungi diri. Jika seseorang mendapat kesempatan untuk mengambil suatu keuntungan, respon sekundernya mungkin akan mencari informasi lebih lanjut tentang keuntungan tersebut sebelum mengambil tindakan. Kedua jenis respon ini sangat penting untuk membantu seseorang dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Respon primer memungkinkan seseorang untuk bereaksi dengan cepat dan tepat waktu ketika menghadapi situasi yang menantang atau mengancam, sedangkan respon sekunder memungkinkan seseorang untuk memikirkan situasi secara lebih rasional dan mengambil tindakan yang lebih efektif. 5. Keduanya, respon primer dan sekunder, terjadi secara bersamaan dan berhubungan erat. Kedua jenis respon, respon primer dan respon sekunder, terjadi secara bersamaan dan berhubungan erat. Respon primer adalah respon yang langsung ditimbulkan oleh suatu stimulus atau rangsangan. Rangsangan ini dapat berupa rasa sakit, cahaya, suara, atau bahkan rangsangan fisik lainnya. Respon primer ini terjadi pada saat stimulus atau rangsangan pertama kali masuk ke dalam tubuh. Respon ini merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang dipicu oleh rangsangan ini yang merangsang syaraf untuk mengirimkan sinyal ke otot-otot untuk bereaksi. Respon sekunder adalah respon yang berlangsung setelah respon primer telah terjadi. Respon sekunder ini terjadi ketika sistem saraf telah beradaptasi dengan rangsangan yang diterimanya. Ini dapat berupa perubahan dalam frekuensi, intensitas, atau jenis rangsangan yang diterima. Contohnya, jika Anda terkena gelombang panas, respon sekunder yang akan Anda rasakan adalah suhu tubuh Anda yang mulai menurun. Ini adalah respon sekunder yang Anda alami ketika tubuh Anda beradaptasi dengan rangsangan panas. Kedua jenis respon ini berjalan secara bersamaan dan saling berkaitan. Respon primer bertujuan untuk menghadapi rangsangan agar tubuh dapat bereaksi dengan cepat. Respon sekunder bertujuan untuk membantu tubuh beradaptasi dengan rangsangan yang diterimanya. Jadi, keduanya saling mendukung satu sama lain dan berkontribusi pada keseimbangan tubuh. Meskipun respon primer dan sekunder terjadi secara bersamaan, ada beberapa perbedaan antara keduanya. Respon primer lebih cepat daripada respon sekunder. Rangsangan yang diterima oleh tubuh akan memicu respon primer yang akan berlangsung hanya dalam beberapa detik. Respon sekunder, di sisi lain, dapat berlangsung lebih lama. Ini karena respon sekunder berhubungan dengan proses adaptasi yang lebih kompleks. Kesimpulannya, respon primer dan sekunder terjadi bersamaan dan saling berhubungan. Respon primer berfungsi untuk menghadapi rangsangan agar tubuh dapat bereaksi dengan cepat, sementara respon sekunder berfungsi untuk membantu tubuh beradaptasi dengan rangsangan yang diterimanya. Meskipun keduanya terjadi secara bersamaan, respon primer lebih cepat daripada respon sekunder. 6. Respon primer dan sekunder sangat penting untuk menghadapi ancaman, tanpa keduanya individu mungkin tidak dapat membuat keputusan yang tepat untuk menghindari ancaman di masa depan. Respon primer dan sekunder adalah dua jenis respon adaptif yang sering dipakai untuk menanggapi situasi yang mengancam. Respon primer adalah respon yang instingtif dan otomatis. Ini adalah respon yang dilakukan sebelum seorang individu memikirkan situasi dan mencari cara terbaik untuk menghadapinya. Respon ini mencakup reaksi fisik dan emosional, seperti kecemasan, rasa takut, atau agresivitas. Respon sekunder adalah respon yang lebih kompleks yang dibentuk setelah respon primer telah terjadi. Ini mencakup strategi penyesuaian perilaku yang lebih kompleks untuk mengatasi ancaman. Respon primer dan sekunder sangat penting untuk menghadapi ancaman. Tanpa respon primer, individu tidak dapat bereaksi cepat dan tepat saat dihadapkan dengan ancaman. Respon primer dapat membantu individu untuk melindungi diri mereka dari ancaman yang mendadak. Respon sekunder juga penting karena memungkinkan individu untuk menganalisa situasi dan mencari cara yang lebih efektif untuk menghadapinya dalam jangka waktu yang lebih lama. Ini memungkinkan individu untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman di masa depan. Ketika respon primer dan sekunder digabungkan, ini menciptakan sistem yang memungkinkan individu untuk menghadapi ancaman dengan lebih efektif. Respon primer dapat membantu individu untuk melindungi diri mereka dari bahaya di masa lalu, dan respon sekunder memungkinkan individu untuk menganalisis situasi dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman di masa depan. Tanpa keduanya, individu mungkin tidak dapat membuat keputusan yang tepat untuk menghindari ancaman di masa depan. Respon primer dan sekunder juga penting untuk membantu individu mengendalikan suasana hati mereka. Respon primer dapat membantu individu untuk mengurangi stres. Respon sekunder, di sisi lain, memungkinkan individu untuk mencari solusi untuk menghadapi ancaman yang lebih baik. Ini memungkinkan individu untuk menangani situasi yang mengancam dengan cara yang lebih efektif, dan membantu mereka untuk menjaga suasana hati yang stabil. Respon primer dan sekunder adalah bagian penting dari adaptasi dan kesehatan mental. Keduanya memungkinkan individu untuk menangani situasi yang mengancam dengan cara yang lebih efektif. Tanpa respon primer dan sekunder, individu mungkin tidak dapat membuat keputusan yang tepat untuk menghindari ancaman di masa depan. Karena itu, respon primer dan sekunder sangat penting untuk menghadapi ancaman, dan membantu individu untuk menjaga suasana hati yang stabil. 1. Garis pertahanan pertama pada system pertahanan tubuh nonspesifik adalah… A. kulit dan membrane mukosa B. kulit dan sel fagosit C. protein anti mikroba dan membrane mukosa D. limfosit dan antibody E. kulit dan antibody 2. Sistem kekebalan tubuh nonspesifik internal sangat tergantung pada… A. sel limfosit B B. limfosit T C. antibody D. lisozim E. sel fagosit 3. Sekelompok antimikroba yang terdiri atas 21 protein serum dan termasuk ke dalam pertahnan nonspesifik dikenal dengan nama… A. system kekebalan B. system komplemen C. interferon D. antigen E. antibody 4. Molekul asing yang mendatangkan suatu respon spesifik dari sitem kekebalan tubuh disebut…. A. pirogen B. limfosit T penolong C. limfosit B D. antigen E. antibody 5. Perkembangan limfosit T terjadi di sumsum tulang, sedangkan pematangannya terjadi di… A. sumsum tulang B. pembuluh darah C. kelenjar timus D. sel induk E. jaringan limfa 6. Jenis limfosit T yang berfungsi menghancurkan sel yang telah terinfeksi adalah… A. Limfosit T penolong B. Limfosit T sitotoksik C. Limfosit T supresor D. Limfosit T memori E. Limfosit T helper 7. Respon kekebalan yang bukan termasuk mekanisme pembuangan antigen oleh antibody… A. kekebalan seluler B. kekebaln humoral C. kekebalan buatan D. kekebalan pasif E. kekebalan nonspesifik 8. Masing-masing limfosit yang berinteraksi dengan antigen akan berdiferensiasi menjadi… A. sel efektor dan sel fagosit B. sel efektor dan sel memori C. sel B dan sel T D. sel momori dan sel fagosit E. sel efektor dan sel B 9. Pemberian vaksin merupakan upaya membentuk kekebalan… A. aktif alami B. pasif alami C. aktif buatan D. pasif buatan E. seluler 10. Respon berlebihan terhadapa suatu antigen yang masuk ke dalam tubuh disebut… A. alergi B. autoimunitas C. hipersensitif D. myasthenia gravis E. Addison’s disease 11. Autoimunitas yang ditandai dengan diserangnya kelenjar adrenalin oleh antibody adalah… A. myasthenia gravis B. Addison’s disease C. alergi D. diabetes mellitus E. AIDS 12. Antibodi monoclonal adalah anti bodi yang… A. dihasilkan oleh klon sel-sel hibridoma B. dihasilkan dari darah hewan yang diimunisasi C. dapat mengenali semua jenis antigen D. memberi kekebalan terhadap virus influenza E. dapat langsung mematikan sel-sel kanker 13. Produksi antibody monoclonal yang merupakan hasil pemanfaatan salah satu cabang bioteknologi, yaitu…. A. teknologi enzim B. teknologi hibridoma C. teknologi DNA rekombinan D. teknologi reproduksi E. kultur jaringan 14. Vaksinasi dapat diberikan per oral, misalnya vaksin untuk mencegah penyakit A. cacar B. rabies C. tuberculosis D. polio E. disentri Soal essay 15. Apa yang kalian ketahui tentang kekebalan spesifik dan kekebalan non spesifik? Kekebalan tubuh spesifik Sistem kekebalan yang dapat menghancurkan pathogen yang lolos darisistem kekebalan non-spesifik. Bersifat selektif terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh Tidak memiliki reaksi yang sama terhadap semua jenis benda asing, Memiliki kemampuan untukmengingat infeksi sebelumnya, Melibatkan pembentukan sel-sel tertentu dan zat kimia antibody , Perlambatan, waktu antara eksposur dan respon maksimal. Kekebalan non-spesifik Dapat mendeteksi adanya benda asing dan melindungi tubuh darikerusakan yang diakibatkannya Tidak dapat mengenali benda asing yang masuk ke dalamtubuh 16. Apa yang dimaksud dengan antigen dan antibodi? Antigen Zat yang merangsang responimun,terutama dalam menghasilkanantibodi. Biasanya berupaproteinataupolisakarida Dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil haptenyang bergabung denganprotein-pembawa. Antibodi Merupakan glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap limfosit-B yang telah teraktivasi menjadisel plasma, sebagai respon dariantigentertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut. Dapat ditemukan padadarahataukelenjartubuhvertebratalainnya Dapat digunakan olehsistem kekebalan tubuhuntuk mengidentifikasikan dan menetralisasikanbenda asing sepertibakteridanvirus. 17. Kapankah terjadi respon primer dan respon sekunder? Jelaskan! Respon Primer Ketika ada antigen pertama kali, antibodi baru ada dalam serum beberapahari/ beberapa minggu, waktunya berkisar antara 10-17 hari Sekunder Untuk kedua kalinya antigen, respon antibodi lebih cepat dan kadar meningkat. Hal inikarena ada sel memori B. Kekebalan Seluler Diperantarai Sel Limfosit T Fungsi sel limfosit berkisar 2-3 hari. 18. Jelaskan apa yang dimaksud dengan imuno defesiensi! Sekumpulan keadaan yang berlainan, dimana sistem kekebalan tidak berfungsi secara adekuat,sehingga infeksi lebih sering terjadi, lebih sering berulang, luar biasa berat dan berlangsung lebihlama dari biasanya. 19. Jelaskan apa yang dimaksud dengan autoimunitas! Kegagalan suatuorganismeuntuk mengenali bagian dari dirinya sendiri sebagai bagian dari dirinya,yang membuatrespon kekebalanmelawanseldanjaringanmiliknya sendiri. Beberapa penyakit yang dihasilkan dari kelainan respon kekebalan ini dinamakanpenyakit autoimun. Contohnya meliputi penyakitCoeliac,diabetes melitus tipe 1,Systemic Lupus Erythemato sus ,dll 20. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hipersensitivitas! Reaksi berlebihan, tidak diinginkan merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadangberakibat fatal yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal. 21. Jelaskan apa yang dimaksud dengan memori imunologis! Bagian darisistem kekebalan tiruanyang memberikan perlindungan kepada inangnya denganmelakukan respon yang lebih cepat dan lebih efektif terhadap infeksiyang ditimbulkan olehantigen dari jenis yang sebelumnya pernah melakukan infeksi akut. Kemampuan untuk mengingat mekanisme perlawanan terhadap infeksi akut tersebut bersifatspesifik, satu sel akan mengingat satu jenis antigen. Dan kemampuan ini akan bertahan sangatlama. 22. Jelaskan mekanisme pembentukan sistem kekebalan dalam imunisasi! Imunisasi adalah kekebalan tubuh yang diperoleh setelah melakukan vaksinasi. Vaksinasi adalah tindakan memasukan vaksin ke dalam tubuh organisme yang sehat agar tubuhmenjadi kebal terhadap penyakit tertentu karena membentuk antibody. Vaksin adalah bibit penyakitbakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati dandilarutkan. 23. Jelaskan tentang kekebalan yang diperantai sel dan kekebalan humoral! Kekebalan yang diperantai sel Yang berperan adalah sel limfosit T. disebut juga kekebalanseluler Kekebalan humoral Melibatkan aktivasi limfosit B yang kan mensekresikan antibodi 24. Dalam sistem kekebalan humoral terdapat lima kelas immunoglobulin. Jelaskan! ImunoglobulinG IgG reaksi imun yang diproduksi terbanyak sebagai antibodi utama dalamproses sekunder dan merupakan pertahanan inang yang penting terhadap bakteri yang terbungkusdan virus. Imunoglobulin A IgA Imunoglobulin utama dalam sekresi selektif, misalnya pada susu, air liur,air mata dan dalam sekresi pernapasan, saluran genital serta saluran pencernaan atau selaput mukosa dari serangan bakteri dan virus. Imunoglobulin M IgM Imunoglobulin utama yang pertama dihasilkan dalam respon imunprimer. Terdapat pada semua permukaan sel B yang tidak terikat. ImunoglobulinE IgE Didalam serum ditemukan dalam konsentrasi sangat rendah. Apabila IgEdisuntikkan ke dalam kulit akan terikat pada Mast Cells dan Basofil. ImunoglobulinD IgD fungsi keseluruhannya belum diketahui secara jelas. Dalam serum IgDditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit dan IgD merupakan antibodi inti sel. Zat ini jugaterdapat pada sel penderita leukemia getah bening. 25. Jelaskan apa yang dimaksud dengan memori imunologis! Bagian dari sistem kekebalan tiruanyang memberikan perlindungan kepada inangnya denganmelakukan respon yang lebih cepat dan lebih efektif terhadapinfeksiyang ditimbulkan olehantigen dari jenis yang sebelumnya pernah melakukan infeksi akut. Kemampuan untuk mengingat mekanisme perlawanan terhadap infeksi akut tersebut bersifatspesifik, satu sel akan mengingat satu jenis antigen. Dan kemampuan ini akan bertahan sangatlama. 26. Apa yang kamu ketahui dengan lympocyt Limfosit adalah jenis sel darah putih, dihasilkan oleh simpul-simpul limfa. Limfosit berperan dalam proses menghadapi infeksi. Jika infeksi terlalu berat,limfosit bisa rusak dan membentuk bengkak bernanah. Ketika terjadi infeksi, limfosit membentuk tiga macam sel T, yangmemiliki fungsi berbeda, yaitu Sel T sitotoksik killer, berfungsimembunuh sel-sel berbagai bibitpenyakit, dan sel kanker. Sel T penekan mempunyai efekmenstabilkan jumlah sel killer. Sel T penolong helper membantu zat antibodi dan sel Bpenghasil antibodi. 27. Apa antibody bagaimana dibentu dan bagaimana kerjanya ? Antibodi dihasilkan oleh limfosit, berupa sel T maupun selB. 14. Bedakan Kedua sel pada lymposit yaitu sel T dab B Beda antara sel T dan sel B adalah sel T langsung menyerang antigen, sel B memproduksi zat kimia yang akan merusak antigen. Sel B akan bekerja efektif apabila dibantu/dirangsang oleh sel T penolong helper. Bagaimana cara kerja ke dua sel lymposit sel T dan sel B Cara kerja sel Tdengan sel B sebagai berikut. Antigen menginfeksi tubuh Sel T mengenali antigen tersebut dan segera mengikatnya. Sel T sitotoksik atau pembunuh akan menghancurkan sel asing/antigen. Sel B di dalam organ-organ limfa mengeluarkan antibodi yang segera berinteraksi dengan antigen 28. Hal apa saja yang kamu ketahui tentang immunitas Imunitas dapat dibedakan menjadi imunitas alami dan imunitas buatan. Imunitas alami Imunitas alami, yaitu kekebalan yang sudah dimiliki seseorang sejak lahir Imunitas alami misalnya kekebalan manusia terhadap penyakit-penyakit hewan atau dikenal sebagai kekebalan spesies walaupun ada juga penyakit hewan yang dapatmenular pada manusia, misalnya penyakit tuberkolosis dari sapi yangditularkan melalui susu sapi, penyakit antraks dari biri-biri dan sapi serta beberapa penyakit lainnya. Immunitas buatan Imunitas buatan, yaitu kekebalan yang diperolehseseorang selama hidupnya, imunitas ini dapat dibedakan lagi menjadiimunitas aktif dan imunitas pasif. Timbulnya imunitas aktif disebabkan olehadanya rangsangan antigen tertentu dari kuman atau benda asing yang masukke dalam tubuh secara kebetulan atau sengaja sehingga tubuh menghasilkanantibodi tertentu pula sesuai dengan antigen yang harus dilawan. Masuknyaantigen secara kebetulan, misalnya karena terinfeksi kuman penyakit campak , cacar air, atau gondong Vaksinasi” digunakan untuk menyatakan upaya tubuh mem- bangkitkan kekebalan terhadap suatu penyakit secara sengaja, yaitu denganmemasukkan antigen tertentu ke dalam tubuh. Antigen yang sudah tidakmembahayakan inti disebut vaksin. 29. Sebutkan Jenis jenis vaksin berdasarkan jenis antigen yang terkandung di dalamnya Toksoid yaitu larutan toksin diubah melalui perlakuan-perlakuan kimiadan fisika sehingga tidak bersifat racun lagi terhadap tubuh. Bakteri atau virus yang sudah dimatikan oleh sinar ultraungu,pemanasan, atau secara kimia, misalnya vaksin Salk pencegahkelumpuhan pada anak-anak karena polio. Bakteri atau virus yang sudah dilemahkan sehingga hanya menimbulkaninfeksi ringan dalam waktu singkat, misalnya, vaksin cacar, tuberkolosis,antraks, dan vaksin Sabin pencegah polio. Antigen yang telah dipisahkan dari kuman penyebab penyakit tertentu,misalnya antigen yang diperoleh dari bakteri penyakit pneumonia. 30. Apa itu immunisasi Aktif dan Pasif Imunitas aktif Biasanya diperoleh beberapa minggu setelah vaksinasi dan berguna sebagai tindak pencegahan terhadap beberapa penyakit, misalnya batuk rejan pertusis, cacar variola, hepatitis, polio, difteri, dan campak. Kekebalan tersebut dapat bertahan sampai bertahun-tahun bahkan ada yangseumur hidup. Imunitas pasif dilakukan dengan cara memasukkan antiboditertentu dalam bentuk serum, yaitu plasma darah yang sudah tidakmengandung fibrinogen. Dalam hal ini tubuh kita berperan aktif untukmendapatkan kekebalan tersebut. Kekebalan yang diperoleh dengan cara ini biasanya bersifat sementara, yaitu berkisar dari beberapa minggu sampai beberapa bulan 31. Apa itu serum SERUM Serum yang mengandung antibodi diperoleh dari manusia atau hewan,seperti kuda dan kelinci yang tubuhnya telah diberi antigen dari kumanpenyakit tertentu. Beberapa serum yang telah lama dikenal, misalnya serumyang mengandung antibodi terhadap kuman tetanus, difteri, campak,gondong, cacar, dan rabies. Imunitas pasif dapat juga berasal dari tubuh ibuyang masuk ke tubuh fetus melalui plasenta.. Hal ini sangat penting untukmelindungi bayi pada minggu-minggu pertama kelahiran terhadap beberapapenyakit. Zat antibodi dapat juga diberikan dari ibu yang baru melahirkanmelalui air susunya 32. Apa saja pertahan tubuh itu ? TENTARA TUBUH Sebagai makhluk hidup, manusia akan mengalami kontak denganmakhluk hidup lain yang ada di sekelilingnya. Kontak yang biasa terjadi yaitu dengan mikroorganisme danparasit, tetapi tubuh manusia telah dilengkapi dengan sistempertahanan tubuh. Sel darah putih berperan karena bersifat fagosit , dapat melawan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Limfosit berperan membentuk antibodi, demikian pula plasmadarah yang dialirkan khusus dalam pembuluh limfe menghasilkanantibodi. Selain limfosit, monosit juga memproduksi makrofag untukmencegah zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Ada yang lainnya juga, di antaranya sel kupffer, beta lysin, Lysozime, dan interferon. Semua antibodi tersebut berperan melawan antigen. Pertahanan tubuh selanjutnya disebut imunitas, dan upayamembangkitkan pertahanan tubuh disebut imunisasi. Imunisasiterdiri atas imunisasi alami dan imunisasi buatan. Imunisasi buatandilakukan melalui vaksinasi 33. Jelaskan detail tentang Vaksinasi Antigen / Immunogen adalah zat-zat asing yang pada umumnya merupakan protein yang berkaitan dengan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa berupa olisakarida atau polipeptida, yang tergolong makromolekul dengan BM > Antigen bertindak sebagai benda asing atau nonself oleh seekor ternak dan akan merangsang timbulnya antibodi. Sedangkan Antibodi / Immunoglobulin adalah molekul protein yang dihasilkan oleh sel plasma sebagai akibat interaksi antara limfosit B peka antigen dan antigen khusus. Antibody memiliki kemampuan berikatan khusus dengan antigen serta mempercepat penghancuran dan penyingkirannya. Antibody terdapat dalam berbagai cairan tubuh tetapi terdapat dalam konsentrasi tertinggi dan termudah diperoleh dalam jumlah yang banyak untuk analisis dari serum darah. NOTE Apabila ada antigen masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan terangsang dan memunculkan suatu respon awal yang disebut sebagai respon imun primer. Respon ini memerlukan waktu lebih lama untuk memperbanyak limfosit dan membentuk ingatan imunologik berupa sel-sel limfosit yang lebih peka terhadap antigen. Kalau antigen yang sama memasuki tubuh kembali maka respon yang muncul dari tubuh berupa respon imun sekunder. Respon ini muncul lebih cepat , lebih kuat dan berlangsung lebih lama daripada respon imun primer. Dari sinilah muncul adanya imunisasi / vaksinasi. Apa itu Immunisasi ? Imunisasi adalah cara untuk membuat ternak kebal terhadap penyakit menular. Imunisasi dibagi menjadi dua macam yaitu imunisasi pasif dan imunisasi aktif. Kedua macam imunisasi tersebut berbeda dalam beberapa aspek berdasarkan cara memperolehnya, sifat resistensi yang dihasilkan, cepat – lambatnya kemunculan antibodi maupun katabolismenya. Imunisasi aktif adalah suatu usaha untuk mendapatkan kekebalan tubuh pada ternak melalui pemberian antigen pada ternak sehingga ternak menanggapinya dengan meningkatkan tanggap kebal protektif berperantaraan sel atau antibodi atau keduaduanya. Pada imunisasi aktif, kekebalan tidak terbentuk secara cepat, namun sekali terbentuk akan bertahan lama dan terbentuk sel ingatan, sehingga memiliki kemampuan perangsangan ulang. Imunitas aktif bisa diperoleh melalui infeksi alami atau buatan dengan vaksinasi. Imunitas aktif bisa dirusak oleh sesuatu yang berdampak negative terhadap sistim kebal humoral maupun seluler yang mengakibatkan hilangnya kemampuan tubuh ternak berespon terhadap antigen. Vaksin diklasifikasikan menjadi dua klas, yaitu vaksin hidup dan vaksin mati. Vaksin hidup berisi mikroorganisme yang telah dilemahkan virulensi keganasannya. Pengurangan virulensi dikenal dengan istilah atenuasi perlemahan. Cara atenuasi yang sederhana terhadap bakteri untuk keperluan vaksinasi adalah dengan pemanasan bakteri sampai tepat di bawah titik kematian atau memaparkan bakteri pada bahan kimia penginaktif sampai batas konsentrasi subletal. Menumbuhkan bakteri pada medium yang tidak cocok untuk pertumbuhannya, contohnya Vaksin kolera unggas Pasteurella multocida oleh Pasteur ditumbuhkan di bawah keadaan yang kekurangan zat makanan. Cara etenuasi terhadap virus adalah dengan membiakkan pada spesies yang tidak sesuai untuk tumbuhnya, contoh virus rinderpest yang patogen terhadap sapi, dilemahkan dengan menumbuhkannya pada kambing. Baik vaksin hidup maupun vaksin mati memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan vaksin hidup antara lain adalah kekebalan yang dihasilkan sama dengan kekebalan yang diperoleh karena infeksi alami. Merangsang pembentukan antibodi yang lebih tahan lama dan juga memberi perlindungan pada pintu-pintu masuk antigen dan tidak perlu adjuvan. Kekurangan vaksin hidup, antara lain adalah adanya bahaya pembalikan menjadi lebih virulen selama multiplikasi antigen dalam tubuh ternak yang divaksin. Penyimpanan dan masa berlaku vaksin yang terbatas, dperlukan stabilisator dalam penyimpanan. Tingginya resiko tercemar dengan organisme yang tidak diinginkan. Kelebihan vaksin mati dibandingkan vaksin hidup antara lain adalah tidak menyebabkan penyakit akibat pembalikan virulensi dan mudah dalam penyimpanan. Kekurangan vaksin mati, antara lain adalah perlu perhatian yang luar biasa pada saat pembuatan guna memastikan bahwa tidak tersisa virus virulen aktif di dalam vaksin. Kekebalan berlangsung singkat, sehingga harus ditingkatkan kembali dengan pengulangan vaksinasi yang mungkin menimbulkan reaksi-reaklsi hipersensitifitas. Pemberian secara parenteral memberikan perlindungan yang terbatas. Resistensi local pada pintu-pintu masuk alamiah/multiplikasi utama infeksi virus tidak terjadi. Memerlukan adjuvan untuk meningkatkan antigenisitas yang efektif. Adanya kegagalan vaksinasi menyebabkan angka morbiditas ternak yang tinggi, penurunan produksi dan tingginya biaya yang harus dikeluarkan. Beberapa factor yang menyebabkan kegagalan vaksinasi adalah menyangkut life span vaksin, cara vaksinasi, antibodi maternal, kemampuan membentuk antibodi pada ternak, mikotoksin dan kontaminan lain, seperti limbah industri, pupuk kimia, rodentisida, asap mobil, cat dan herbisida. Vaksin. Pembatasan life span masa berlaku vaksin yang sudah lewat atau kadaluwarsa menyebabkan vaksin tidak berguna apabila digunakan karena tidak akan menghasilkan imunitas yang diharapkan. Apabila temperatur pada saat penyimpanan dan transportasi vaksin di atas 4oC, maka vaksin akan kehilangan potensinya. Demikian pula vial dan bahan asal vial yang tidak memenuhi syarat. Bahan pengencer yang disediakan berkualitas rendah. Seringkali digunakan bahan pengencer berupa air sumur, air destilasi atau garam fisiologis, hal ini tidak dibenarkan. Perlu dicatat bahwa bahan pengencer yang digunakan adalah yang telah disediakan oleh pabrik pembuat vaksin. Bahan pengencer tidak boleh dicampur atau ditambahkan zat apapun. Cara Vaksinasi. Secara khusus dosis dan cara/route pemberian vaksin tertentu sudah ditetapkan oleh produsen pembuat vaksin. Apabila hal tersebut dilakukan tidak sesuai aturan maka terjadilah kegagalan vaksin. Jarum suntik dan dropper yang tidak steril dan tidak stabil akan mengurangi potensi vaksin. Salah dosis, kekurangan dosis vaksin akan menimbulkan imunitas yang kurang. Kelebihan dosis akan menimbulkan immunotolerant dan harga vaksin menjadi mahal. Bahan pengencer yang tidak steril menjadikan vaksin tidak murni lagi. Kadangkadang peternak menggunakan bahan pengencer berupa air ledeng yang mengandung chlorin, sehingga vaksin kurang menghasilkan potensi antigenisitasnya dan menyebabkan timbulnya antibodi yang kurang. Route pemberian vaksin yang sering digunakan antara lain intra muskuler injeksi serabut otot, tetes hidung intra nasal, tetes mata intra oculer, subkutan di bawah kulit. Route pemberian vaksin harus dilakukan sesuai petunjuk produsen vaksin. Kesalahan route pemberian vaksin menyebabkan potensi imunitas yang dihasilkan kurang memuaskan. Jadwal pemberian vaksin seringkali tidak diperhatikan peternak. Beberapa vaksin harus diulang pemberiannya dan dikenal dengan istilah booster. Apabila rangkaian pemberian vaksin yang mungkin terdiri dari booster I dan booster II dan seterusnya tidak lengkap dilakukan , maka imunitas yang diharapkan tidak akan tercapai. Antibodi Maternal. Antibodi maternal adalah antibodi yang berasal dari induk yang diturunkan kepada anak, kalau pada ayam melalui kuning telur pada waktu telur masih ada di ovarium. Kegunaan antibodi tersebut adalah untuk ketahanan tubuh anak terutama pada awalawal kehidupannya. Antibodi ini diperoleh secara pasif. Vaksinasi yang dilakukan pada saat antibodi maternal masih ada dalam darah sirkulasi, artinya belum secara total dikatabolisme, maka vaksin yang diberikan akan percuma, karena dinetralisir oleh antibodi maternal. Cold Storage pendingin. Vaksin harus dipertahankan tetap dingin dari mulai dikeluarkan oleh pabrik pembuat sampai pada saat akan diberikan kepada ternak. Vaksin dan bahan pengencer kadang-kadang menjadi satu tempat, akan tetapi kadang juga terpisah dengan temperatur penyimpanan yang berbeda, hal ini tergantung dari pabrik pembuat vaksin. Tindakan yang lebih hati-hati adalah apabila selama transportasi vaksin ditempatkan di ice box sehingga temperature yang rendah dapat selalu dipertahankan. Kemampuan Membentuk Antibodi. Vaksin yang diberikan akan berhubungan langsung dengan status imun ayam yang menerima vaksin. Immunocompetence adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan kemampuan membentuk antibody yang dimiliki oleh ternak. Immunocompetence sangat dipengaruhi oleh factor kongenital bawaan lahir dan faktor lingkungan. Faktor kongenital yang banyak berperan adalah organ-organ limfoid, yang terdiri atas bursa fabricius pada ayam, thymus, lien yang akan menghasilkan sel-sel limfosit. Bursa fabricius merupakan tempat pendewasaan dan deferensiasi sel-sel limfosit B yang berperan dalam antibodi humoral, sedangkan thymus berperan sebagai tempat pendewasaan sel-sel limfosit T yang berperan bagi pembentukan antibody seluler. Apabila ada gangguan pembentukan antibodi oleh organ-organ limfoid di atas maka kekebalan tubuh yang terbentukpun akan terganggu. Faktor lingkungan yang berperan menentukan immunocompetence ternak adalah status nutrisi dan penyakit. Nutrisi yang jelek terutama kandungan protein yang rendah akan menurunkan immunocompetence. Temperatur yang tinggi dan tingginya curah hujan juga akan menyebabkan stress pada ternak yang akan menurunkan juga immunocompetence. Penyakit-penyakit strategis pada ayam yang sering menyebabkan hambatan imunitas immunocompetence adalah IBD gumboro dan ND. Mikotoksin racun dari jamur dalam pakan. Adanya mikotoksin yang masuk ke dalam tubuh ternak bersama dengan biji-bijian pakan ternak akan menyebabkan keracunan dan menurunkan immunocompetence. Mikotoksin mudah berkembang pada lingkungan dengan temperatur tinggi dan kelembaban yang tinggi pula, seperti di negara-negara tropis, termasuk Indonesia. Kontaminan pakan. Pestisida yang mencemari biji-bijian pakan diindikasikan sebagai salah satu faktor penyebab rendahnya immunocompetence. Hal ini berkaitan dengan efek pestisida yang menyebabkan limfositoksik keracunan pada sel-sel limfosit. Hal ini akan menyebabkan kegagalan vaksinasi. Logam berat, seperti Cu, Cd dan Pb seringkali mencemari pakan. Logamlogam tersebut berasal dari limbah industri, pupuk kimia, rodentisida, asap mobil, cat dan herbisida yang mencemari udara, air dan pakan. Apabila pakan tercemar tersebut masuk ke tubuh ternak maka hal ini merupakan faktor penghambat imunitas ternak. Beberapa tindakan untuk mengatasi kegagalan program vaksinasi yang perlu diketahui adalah vaksin harus diperoleh dari sumber terpercaya, periksa batas waktu pemakaian dan pilih vaksin yang masih panjang batas waktu pemakaiannya selama transportasi vaksin, hindarkan vaksin dari kontaminasi dan cahaya matahari. Tindakan yang paling aman adalah menyimpan vaksin dalam termos atau ice box apabila vaksin disimpan, usahakan temperatur penyimpanan sesuai petunjuk pabrik. Baca secara hati-hati petunjuk penyimpanan. Kadang-kadang antara vaksin dengan pengencernya terpisah dan harus harus disimpan pada temperatur yang berbeda vaksinasi dilakukan saat udara dingin, yaitu pada pagi hari atau sore hari untuk mencegah stres monitoring kualitas pakan, jangan sampai mengandung mikotoksin, karena mikotoksin dengan kadar 30 ppb akan menunrunkan immunocompetence pada vaksin yang dicampur air minum, maka perhitungan volume air yang digunakan harus tepat, hal ini disesuaikan dengan umur ayam dan kondisi iklim, karena konsumsi air bervariasi tergantung cuaca dan umur. Air yang mengandung chlor atau desinfektan, harus dihindari. Vial vaksin harus dibuka di dalam air minum untuk menghindari kontaminasi udara dianjurkan diberi obat cacing pada ayam grower dan finisher, kira-kira seminggu sebelum vaksinasi untuk mencapai hasil yang optimal bisa diberikan adjuvant atau immunomodulator untuk mencapai immunocompetence yang diharapkan. Komponen individu yang terdapat dalam vaksin dan vaksinasi Active components antigen Adjuvants Adjuvants are used to enhance the immune response to a vaccine. They include various aluminium salts such as aluminium hydroxide, aluminium phosphate and potassium aluminium sulphate alum. Diluents A diluent is a liquid provided separately and used to dilute a vaccine to the proper concentration prior to administration. This is usually sterile saline or sterile water. Stabilisers Additives are used as stabilisers and help maintain a vaccine’s effectiveness by keeping the antigen and other vaccine components stable during storage. Preservatives Preservatives are used to prevent fungal and/or bacterial contamination of vaccines, and are present in some but not all vaccines. Trace components Trace components are the remaining minute quantities of substances that have been used in the early stages of the production process of individual vaccines. 21. Apa itu Autoimmun berikan penjelasan Detail ? Penyakit autoimun merupakan penyakit sistem imun, baik secara humoral antibodi maupun imutas sel perantara, yang menghasilkan kerusakan jaringan oleh reaksi terhadap antigen sendiri. perbedaan pengenalan antigen dalam sistem sangat besar sehingga mempu mengenali antigen sendiri dan menggadakan reaksi melawan antigen tersebut. pada individu normal, walaupun pengenalan antigen sendiri oleh klon limfosit tidak terjadi, suatu respon autoimun yang merugikan tetap diawasi oleh mekanisme kontrol yang aktif dalam sistem imun. penyakit autoimun terjadi ketika mekanisme kontrol ini mengalami kerusakan. Autoimunitas, suatu proses kompleks dimana sistem imun pasien menyerang selnya sendiri. Pada penyakit autoimun, sel-T menganggap sel tubuhnya sendiri sebagai antigen asing dan berusaha mengeluarkannya dari tubuh. Diantara kejadian tersebut terjadi stimulasi limfosit sel B untuk menghasilkan antibodi, suatu molekul yang dibentuk untuk menyerang antigen spesifik. Ketika antibodi tersebut menyerang sel tubuhnya sendiri, maka disebut autoantibodi. Sel B menghasilkan sitokin. Sitokin tertentu disebut interleukin, seperti IL 10 dan IL 6, memegang peranan penting dalam pengatur sekresi autoantibodi oleh sel B. Pada sebagian penyakit autoimun, antinuklear antibodi ANA adalah antibodi spesifik yang menyerang nukleus dan DNA sel yang sehat. Terdapat dua tipe ANA, yaitu anti-doule stranded DNA anti-ds DNA yang memegang peranan penting pada proses autoimun dan anti-Sm antibodies yang hanya spesifik untuk pasien antigen yang spesifik, ANA membentuk kompleks imun yang beredar dalam sirkulasi sehingga pengaturan sistem imun terganggu yaitu berupa gangguan klirens kompleks imun besar yang larut, gangguan pemrosesan kompleks imun dalam hati, dan penurunan uptakekompleks imun oleh ginjal. Sehingga menyebabkan terbentuknya deposit kompleks imun di luar sistem fagosit mononuklear. Kompleks ini akan mengendap pada berbagai macam organ dan menyebabkan terjadinya fiksasi komplemen pada organ tersebut dan aktivasinya menghasilkan substansi yang menyebabkan radang. Reaksi radang inilah yang menyebabkan keluhan pada organ yang bersangkutan. Auto-antibodi Auto-imunisasi tampaknya cukup sering terjadi, sejak diketahui bahwa banyak orang mempunyai kadar antibodi yang rendah yang bersirkulasi dalam DNA inti, sel ventrikel parietalis , dan tiroglobulin. bagaimanapun, konsentrasi antibodi yang tinggi dari auto-antibodi tersebut sangat erat hubunganya dengan terjadinya penyakit autoimun. sebagai contoh, penderita dengan konsentrasi antibodi yang tinggi pada tiroglobulin dan sel epitel tiroid sering mempunyai hipotiroidisme yang disebabkan oleh tiroiditis hashimoto. Pada beberapa kasus, infeksi mikrobial menyebabkan sistem imun memproduksi antibodi yang bereaksi silang dengan antigen sendiri. sebagai contoh, streptococcus piogenes mengandung antigen tertentu yang serupa dengan antigen dalam miokardium normal.. jadi, antibodi yang timbul untuk pertahanan melawan infeksi streptococcus dapat mengadakan reaksi silang dengan miokardium sehingga demam reumatik. Autoimunitas sel perantara Dari tes invitro ditemukan suatu bukti bahwa pada penyakit autoimun tertentu, klon limfosit T yang muncul mengenal antigen sendiri. tampaknya imunitas sel perantara ikut berperan dalam terjadinya kerusakan jaringan pada penyakit, seperti serangan diabetes melitus juvenil; limfosit tertimbun dalam pulau langerhans suatu terjadi penyakit Klasifikasi Auto antibody/sel T autoreaktif dengan spesifitas untuk orang yang terkena ditemukan pada penyakit Autoantibodi dan sel T ditemukan di jaringan dengan cedera Ambang autoantibody atau respon sel T menggambarkan aktifitas penyakit Penurunan respon autoimun memberikan perbaikan penyakit Transfer antibody atau sel T ke pejamu sekunder menimbulkan penyakit autoimun pada resipienImunitas dengan autoantigen dan kemudian induksi respon autoimun menimbulkan penyakit Faktor penyebab autoimun Infeksi dan kemiripan molekuler Sequestered antigen Adalah antigen sendiri yang karena letak anatominya, tidak terpajan dengan sistem imun. Pada keadaan normal sequestered antigen tidak ditemukan sistem imun. Perubahan anatomik dalam jarinagn seperti inflamasi sekunder oleh infeksi, kerusakan iskemia atau trauma dapat memajankan sequestered antigen dengan sistem imun yang tidak terjadi pada keadaan normal. Kegagalan autoregulasi. Regulasi imun berfungsi untuk mempertahankan homeostasis. Gangguan dapat terjadi pada presentasi antigen, infeksi yang meningkatkan respons MHC, kadar sitokin yang rendah misalnya TGF-beta dan gangguan respons imun terhadap IL-2. Pengawasan beberapa sel autoreaktif diduga bergantung pd sel Ts atau Tr. Bila terjadi kegagalan sel Ts atau Tr, maka sel Th dapat dirangsang sehingga menimbulkan autoimunitas. Aktivasi Sel B poliklonal. Autoimunitas dapat terajdi oleh karena aktivasi sel B poliklonal oleh virus EBV, LPS Lipopolisakarida dan parasit malaria yang dapat merangsang sel B secara langsung yang menimbulkan autoimunitas. Antibodi yang terbentuk terdiri dari berbagai autoantibodi. Obat-obatan Antigen asing dapat diikat oleh permukaan sel dan menimbulkan reaksi kimia dengan antigen permukaan sel tersebut yang dapat mengubah imunogenitasnya. Trombositopenia dan anemia merupakan contoh penyakit umum dari penyakit autoimun yang dicetuskan obat Faktor keturunan Penyakit autoimun mempunyai persamaan predisposisi genetik. Bagaimana hal tersebut diturunkan,umumnya kompleks dan diduga terjadi atas pengaruh beberapa gen. Mekanisme penyakit autoimun Karena sel T-helper mengendalikan imunitas selular maupun humoral, sel T regulator Treg sangat penting untuk menghambat terjadinya autoreaktif dari sel-sel yang lolos dari negative selection. toleransi sel T-helper dianggap sangat penting bagi pencegahan penyakit autoimun. Ada lebih dari satu jalur yang memungkinkan toleransi dapat dipintas, dan semua jalur tersebut meliputi kombinasi gen suseptibilitas serta pemicu dari lingkungan khususnya infeksi. Peranan gen suseptibilitas. meskipun penyakit autoimun yang multipel sangat berkaitan dengan alel HLA yang spesifik, tetapi ekspresi molekul HLA tertentu tidak dengan sendirinya menjadi penyebab autoimunitas. Defek pada jalur yang secara normal akan mengatur toleransi sentral atau perifer juga ikut terlibat; jadi, defek pada jalur Fas-fasL atau molekul-molekul lain yang terlibat dalam proses kematian yang ditimbulkan oleh aktivasi dapat mencegah apoptosis sel T autoreactif. Perkembangan sel T regulator yang cacat atau ekspresi antigen sendiri yang cacat oleh epitelium kelenjar timus juga merupakan jalur yang dapat dipintas toleransi. sebagian besar penyakit autoimun pada manusia memiliki pola suseptibilitas / kerentanan yang kompleks, multigenik, dan tidak dapat dikaitkan hanya dengan mutasi gen yang tunggal. Peranan infeksi. Onset banyak penyakit autoimun secara temporer berkaitan dengan infeksi. Hal ini dapat terjadi karena infeksi meningkatkan ekspresi molekul kostimulator pada APCs dan mengatasi jalur toleransi perifer. infeksi dapat pula mengganggu toleransi lewat mimikri molekular di tempat agen penyebab infeksi berbagai epitop dengan anigen sendi; karena itu, respons imun terhadap epitop tersebut dapat pula merusak jaringan tubuh yang normal. Jejas jaringan yang terjadi dalam proses respons terhadap infeksi dapat mengubah struktur antigen sendiri atau melepaskan antigen sendiri yang normal; molekul-molekul ini dapat mengaktifkan sel-sel T yang tidak toleran terhadap antigen yang sudah berubah atau terhadap antigen tersembunyi sebelumnya. Begitu terinduksi, penyakit autoimun cenderung bersifat progresif sekalipun dalam perjalanannya akan terjadi beberapa relaps atau remisi. Mekanisme yang penting untuk terjadinya persistensi dan evolusi autoimunitas adalah fenomena penyebaran epitop. Struktur molekuler antigen sendiri tertentu normalnya mencegah pemajanan beberapa epitop sendiri terhadap sel-sel T yang berkembang. Dengan demikian, sel-sel T tidak dibuat toleran terhadap epitop yang bersifat kriptic tersebut. Akan tetapi, jika epitop tersebut dapat dikenali dalam kehidupan pascanatal akibat perubahan molekuler pada antigen sendiri, sel T yang reaktif terhadap epitop semacam ini dapat menimbulkan autoimunitas yang persisten. Fenomena tersebut dinamakan penyebaran epitop karena respons imun “menyebar” kepada determinan yang pada awalnya tidak dikenali mitchel et al, 2006. Kerusakan pada penyakit autoimun terjadi melalui antibodi tipe II dan III, Tipe IV yangmengaktifkan sel CD4+ atau sel CD8+. Kerusakan organ dapat juga terjadi melalui autoantibody yang mengikat tempat fungsional self antigen seperti reseptor hormon, reseptor neurotransmitor dan protein plasma Karena kegagalan toleransi Sistem Toleransi diri sendiri self tolerance Kemampuan untuk mengenal yang mana yang harus diserang. Forbiden Clon Theory Teori clon terlarang Sequesterred. Sequestered antigen merupakan self-antigen yang terlindungi dari respon imun karena letak anatominya dalam tubuh yang terlindungi. Perubahan antomik seperti inflamasi sekunder oleh infeksi, kerusakan iskemia,atau trauma dapat memajankan sequestered antigen ini dengn system imun yang tidak terjadi pada keadaan protein lensa intraocular, sperma, dan MBP Antigen Theory -> Teori antigen terasing, jaringan pada masa embrional dipaparkan pada system imun sehingga dikenal sebagai diri sendiri. Toleransi Central di timus Toleransi Perifer -> anergi apoptosis, tapi lama , kematian sel yg diinduksi oleh ligan fasfas, penekanan perifer oleh sel T. Toleransi perifer gagal menyebabkan autoimun. Gangguan presentasi. Kesalahan utama ada pada pengawasan stimulasi Th1 oleh sel Ts dan Tr sehingga memicu respon Th1 yang berlebihan dan mengakibatkan autoimunitas. Ekspresi MHC-II yang tidak benar Sel sehat hanya mengekspresikan MHC-I dalam kadar rendah dan tidak mengekspresikan MHC-II sama sekali. Ekspresi MHC-II yang tidak pada tempatnya akan dapat mensensitasi sel Th terhadap self-antigen. Aktivasi sel B poliklonal Abnormalitas dalam regulasi respon imun dan Pelepasan antigen yang terasing. Aktivasi sel B poliklonal biasanya dihasilkan oleh virus, bakteri, atau parasit yang mensensitasi sel B secara langsung dan menimbulkan autoimunitas. Peran CD4 dan reseptor MHC. Penyakit autoimun dapat dipindahkan melalui sel T CD 4 yang ditransfusikan ke tubuh oranglain. Sel T mengenal self-antigen melalui TCR dan MHC . Untuk seseorang dapat rentan dengan self-antigen maka ia harus memiliki MHC dan TCR yang mengikat self-antigen. Keseimbangan Th1 dan Th2. Th1 menunjukkan peran terhadap autoimunitas sedang Th 2 melindungi terhadap induksi dan progress penyakit. Sitokin pada autoimunitas . IL-1 dan TNF paling dominan. Autoimunitas terjadi akibat gagalnya mekanisme normal yang berperan untuk mempertahankan self-tolerance sel B, sel T atau keduanya. Potensi untuk autoimunitas ditemukan pada semua individu oleh karena selama perkembanganya, limfosit dapat mengekspresikan reseptor spesifik untuk banyak self-antigen yang mudah terpajan dengan system imun. Autoimunitas terjadi oleh karena dikenalnya selfantigen yang menimbulkan aktivasi, proliferasi serta differensiasi sel autoreaktif menjadi sel efektor yang menimbulkan kerusakan jaringan Baratawidjaja Karnen Garna, 2006. Kerusakan satu atau lebih mekanisme toleransi diri dapat membuka kesempatan serangan imunologis terhadap jaringan yang menimbulkan perkembangan penyakit autoimun. Kehilangan toleransi diri. Sering dihubungkan dengan tidak adanya respon sel T helper spesifik dan tergantung penuh kepada sel B spesifik terhadap hapten. Modifikasi molekul. Reaksi silang Faktor genetik. Besar-kecilnya respon imun diatur oleh gen Ir. Bila gen Ir terpaut HLA. Respon berlebihan terhadap berbagai alergen umum. Gen Ir di dalam regional HLA-D mungkin mengatur pengadaan autoantibodi, karena berbagai penyakit autoimun memang menunjukkan keterpautan yang erat dengan alel-alel di regional HLA-D. Macam - macam penyakit autoimun. Penyakit autoimun menurut organ Penyakit autoimun organ spesifik. Contoh organ yang terkena penyakit autoimun adalah kelenjar tiroid, lambung dan pankreas. Penyakit autoimun non organ spesifik. Penyakit autoimun non organ spesifik terjadi karena dibentuknya antibodi terhadap autoantigen yang tersebar luas didalam tubuh misalnya anti DNA Penyakit autoimun menurut mekanisme Penyakit autoimun melalui antibody Anemia hemolitik autoimunAHA Miastenia gravis A dalah penyakit kronis yang disebabkan gangguan dalam transmisi neuromuskuler. Timbulnya miastenia gravis berhubungan dengan timus, Umumnya penderita ini menunjukkan timoma atau hipertrofi timus dan bila kelenjar timus diangkat, penyakit kadangkadang dapat menghilang. Tirotoksikosis penyakit grave, hipertiroidism ditimbulkan oleh produksi hormon tiroid tiroxin yang berlebihan. Gambaran klinik dan patologinya adalah lemas, gelisah, keringat berlebihan, palpitasi, berat badan menurun dan tidak tahan panas heat intolerance. Anemia pernisiosa ditimbulkan defek pematangan sel darah merah karena gangguan absorbs vitamin B12 dengan keluhan lemas, pucat, tidak nafsu makan dan berat badan menurun. Penyakit autoimun menurut antigen antibody Lupus eritematosus sistemikSLE Artritis reumatoid Sicca complex. Penyakit inflamasi kromis yang menyerang kelenjar eksokrin. Organ sasaran adalah epitel duktus kelenjar lakrimal dan dari penyakit ini adalah matakering keratokonjungtiva sicca dan kulit kering xerostomia. Sindrom good pastured adalah penyakit paru dan ginjal yang jarang tetapi progresif. Demam reuma adalah gejala sisa nonsupuratif dari penyakit streptokok A, biasanya berupa faringitis yang bermanifestasi 2-4 minggu pasca infeksi akut. Gambaran klinis yaitu artritis, karditis, chorea gerakan tidak terkontrol, tidak teratur dari otot muka, lengandan tungkai. Sindrom pasca perikardiotomi dan sindrom pasca infark miokard penyakit dressler berupa inflamasi akut yang terjadi sesudah terjadi kerusakan pada jaringan jantung. Skleroderma penyakit yang kronis, proresif, menimbulkan cacat. Cirinya ialah peningkatan endapan kolagen dikulit dan kadang diorgan internal. Trombositopenia idoplastik TSI ditimbulkan oleh antibody yang merusak trombosit. Gambaran klinis adalah perdarahan pada gusi dan saluran gastrointestinal dan kencing. Penyakit bulosa vesikuler penyakit kulit kronis yang terjadi karena dekstruksi jembatanjembatan interselular dermosom yang menggangu kohesi epidermis Penyakit autoimun menurut reaksi selular Sklerosis multipel adalah penyakit neuromuskuler yang sering menunjukkan relaps dengan periode eksaserbasi dan remisi yang terjadi lebih sering pada wanita dibanding pria. Ensefalomielitis diseminasi akut EMDA, dapat terjadi setelah diberikan vaksinasi rabies, campak dan influenza Sindrom gullian barre polineuritis idiopatik akut Goiter pembesaran kelenjar tiroid Penyakit autoimun melalui mekanisme selular dan humoral Diabetes melitus tipe I insulin dependent diabetes melitus/IDDM,juvenile DM, terjadi akibat detruksi imunologik sel beta dari sel langerhans pangkreas yang memproduksi insulin. Tiroiditis kronis tiroiditis hashimoto adalah penyakit tiroid yang terutama mengenai wanita pada usia 30-50 tahun. Polimiositis-dermatomiositis merupakan penyakit inflamsi akut dan kronis dari otot-otot polimiositis yang sering mengenai kulit dermatomiositis. PILIHAN GANDA 1. Batuk, bersin, mukosa dan keringat adalah respon kekebalan nonspesifik sebagai pertahanan tubuh tingkat …. a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat e. Kelima 2. Antibodi pada tubuh manusia dibentuk oleh …. a. Monosit b. Eosinofil c. Neutrofil d. Limfosit e. Basofil 3. Reaksi imunisasi ketika virus atau bakteri menginfeksi tubuh, yaitu terjadinya reaksi antara …. a. Antibodi – imunoglobin b. Limfosit – virus c. Antibodi – antigen d. Leukosit – bakteri e. Antigen – imunogen 4. Organ penghasil antibodi di dalam tubuh adalah …. a. Tulang selangka b. Kelenjar tiroid dan paratiroid c. Kelenjar pankreas d. Kelenjar timus dan sumsum tulang e. Hipotalamus dan sumsum tulang 5. Tipe antibodi yang paling banyak ditemukan di peredaran darah adalah …. a. UgM b. UgD c. IgA d. IgE e. IgD 6. Limposit T berfungsi untuk …. a. Memfagosit mikroba patogen b. Mematangkan limfosit B c. Melawan bakteri dan racunnya d. Menghasilkan antibodi e. Membantu limfosit B menghasilkan antibodi 7. Makrofag berasal dari sel darah putih jenis …. a. Limfosit b. Monosit c. Eosinofil d. Basofil e. Neutrofil 8. Interferon berfungsi untuk …. a. Menghasilkan antibodi b. Menghasilkan antigen c. Mencegah replikasi virus d. Mencegah infejsi bakteri e. Menghasilkan imunoglobulin 9. Tubuh kita tidak mudah terkena infeksi berbagai patogen yang masuk bersama makanan karena …. a. Air ludah mengandung ptialin b. Patogen dalam makanan akan diserang oleh limfosit c. Adanya tonsil dipangkal mulut d. Patogen hancur melalui pencernaann mekanis e. Lambung menghasilkan HCl dan enzim pencerna protein 10. Imunisasi untuk mencegah penyakit TB tuberkulosis adalah …. a. BCG b. TT c. DPT d. Polio e. Campak 11. Hal-hal berikut yang menyebabkan adanya kekevalan bawaan pada manusia, kecuali …. a. Adanya sel darah putih yang mampu bersifat fagosit b. Adanya HCl dalam lambung c. Adanya hemoglobin dalam eritrosit d. Daya tahann kulit terhadap invasi organisme e. Adanya senyawa tertentu dalam darah yang mampu menyerang organisme asing 12. Pemberian vaksin pada tubuh seseorang merupakan salah satu cara mendapatkan kekebalan …. a. Pasif alami b. Pasif buatan c. Autoimun d. Aktif alami e. Aktif buatan 13. Vaksin yang berupa organisme yang telah dilemahkan dipakai untuk vaksinasi penyakit-penyakit berikut ini, kecuali …. a. Cacar b. Campak c. Poliomielitis d. Demam kuning e. Difteri 14. Autoimunitas berbahaya karena …. a. Sel limfosit tidak dapat menghasilkan antibodi b. Sel limfosit menyerang sel-sel tubuh c. Sel fagosit menyerang sel-sel tubuh d. Sel limfosit rusak oleh vitus atau bakteri 15. Perhatikan data penyakit berikut 1 Alergi 2 Lupus 3 AIDS 4 Kanker 5 Tuberkulosis 6 Anemia pernisiosa Berikut ini yang bukan merupakan penyakit pada sistem imunitas adalah …. a. 1 dan 3 b. 2 dan 4 c. 5 dan 6 d. 1 dan 4 e. 4 dan 5 Sisa-sisa pembongkaran protein pada urin yang normal berupa a. air, urea, amonia b. zat warna empedu c. garam-garam mineral d. vitamin B, C, dan hormon 2. Penderita Diabetes Insipidus menghasilkan urin 30 kali lebih banyak dari orang normal. Hal ini disebabkan karena a. kekurangan insulin b. kekurangan antidiuretik c. bakteri Streptococcus d. batu ginjal 3. Kulit selain berfungsi sebagai alat pengeluaran, juga berfungsi sebagai a. pelindung tubuh, indera peraba, pro vitamin C b. indera peraba, penyimpan lemak, pengatur suhu tubuh c. pengatur suhu tubuh, pro vitamin D, indera perasa d. pelindung tubuh, pengatur suhu tubuh, pro vitamin A 4. Bagian dalam ginjal yang berperan dalam proses reabsorbsi adalah a. lengkung Henle, tubulus distal, tubulus pengumpul b. tubulus proksimal, tubulus distal, lengkung Henle c. medulla, korteks, tubulus proksimal d. vena, pelvis renalis, medulla 5. Sperma dihasilkan oleh organ a. skrotum b. testis c. epididimis d. vas deferens 6. Penyakit yang dapat ditularkan oleh tingkah laku suka berganti-ganti pasangan antara pria dan wanita, kecuali a. gonorea, sifilis, AIDS, klamidia, trikomoniasis b. sifilis, AIDS, klamidia, trikomoniasis, kutil kelamin c. AIDS, klamidia, trikomoniasis, kutil kelamin, TBC d. klamidia, trikomoniasis, kutil kelamin, herpes genitalis 7. Fungsi dendrit adalah untuk a. menerima rangsang b. mengatur saraf otak c. menghantarkan rangsang d. menerima/menghantarkan rangsang 8. Kelainan pada sistem saraf yang mengakibatkan penderita merasa bingung, depresi, halusinasi, serta menurunnya kemampuan berpikir yang bersifat genetis adalah a. alzheimer b. amnesia c. epilepsi d. meningitis 9. Bila ada cahaya terang maka kita akan menyipitkan mata untuk mengurangi intensitas cahaya yang jatuh ke mata. Bagian pada mata yang berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam mata adalah a. kornea b. lensa c. pupil d. retina 10. Indera pembau terletak di a. dinding dalam rongga hidung b. bagian depan rongga hidung c. langit-langit rongga hidung d. dalam rongga hidung 11. Perhatikan data berikut 1 daun telinga 2 tulang martil 3 tulang landasan 4 tiga saluran setengah lingkaran 5 tingkap oval 6 rumah siput 7 gendang teling 8 liang telinga Yang termasuk telinga bagian luar adalah a. 1, 2, 3 b. 1, 7, 8 c. 2, 3, 8 d. 4, 5, 6 12. Reseptor pada lidah yang benar, kecuali a. rasa manis di bagian depan lidah b. rasa pahit di bagian pangkal lidah c. rasa gurih di bagian bawah lidah d. rasa asam di bagian samping kiri dan kanan lidah 13. Pasangan organisme dan cara berkembang biak yang benar adalah a. ketela pohon dengan biji b. jagung dengan setek c. kelapa dengan tunas d. jahe dengan akar tinggal 14. Salah satu jenis reproduksi yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat lebih baik dari induknya adalah a. setek b. mencangkok c. menyambung d. kultur jaringan 15. Bagian dari komponen sel yang berperan dalam pewarisan sifat adalah a. mitokondira b. vakuola c. kromosom d. retikulum endoplasma 16. Jika suatu individu bergenotip BbCc disilangkan dengan sesamanya, maka keturunan yang begenotip BBCC berjumlah a. 16 b. 8 c. 3 d. 1 17. Untuk mengubah sifat makhluk hidup, maka yang perlu diubah adalah a. habitatnya b. jenis makanannya c. materi genetiknya d. media kulturnya 18. Perbedaan mendasar antara bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern terletak pada a. hasilnya b. manfaatnya c. bahan bakunya d. cara mengerjakannya 19. Padi Atomita I dan Kedelai Muria merupakan contoh organisme yang dihasilkan dengan cara a. radiasi b. kultur jaringan c. kloning d. rekombinasi gen 20. Bakteri Streptococcus termophillus dan Lactobacillus bulgaricus digunakan untuk pembuatan a. alkohol b. yogurt c. oncom d. vaksin ESSAY 1. Apa yang dimaksud dengan sistem pertahanan tubuh atau sistem imun? 2. Jelaskan pengertian dari a. Sistem kekebalan spesifik b. Sistem kekebalan non spesifik c. Inflamasi 3. Jelaskan proses peradangan bila tubuh terdeteksi bakteri! 4. Apakan perbedaan antara kekebalan pasif alami dan kekebalan pasif buatan? Berilah contohnya! 5. Jelaskan contoh penyakit akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh! WEMahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya29 Juni 2022 1342Jawabannya adalah ketika menghadapi antigen. Respons primer adalah respons sistem kekebalan tubuh pertama kali muncul menghadapi antigen, sedangkan respon sekunder adalah respons sistem kekebalan tubuh yang muncul kedua kali saat menghadapi antigen yang sama. Pada respon sekunder antibodi terbentuk yaitu sudah diproduksi sel memori memory B cell yang bisa mengingat antigen yang menginfeksi sebelumnya. Jadi, jawaban yang benar adalah menghadapi akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan!

kapankah terjadi respon primer dan respon sekunder jelaskan